Sabtu, 26 November 2016

PARIWISATA GARUT SELATAN PANTAI SAYANGHEULANG



KEINDAHAN PANTAI SAYANGHEULANG


    Pantai Sayangheulang terletak di Desa Mancagahar Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut Jawa Barat, berjarak 87 km dari pusat kota Garut. Pantai ini memiliki panjang pantai sekitar 2 km dan lebar kurang lebih 50 meter. Sayang heulang berarti sarang burung elang, tak heran kalau patung burung elang akan terlihat di kawasan pantai ini.



    Air lautnya begitu jernih, pasir halus yang putih dan bersih serta ombak yang bersahabat menambah indahnya panorama pantai ini. Burung-burung walet beterbangan di sekitar pantai menambah keindahan pemandangan alam pantai Sayang Heulang Pameungpeuk Garut.



     Ombak di pantai Sayang Heulang cukup ramah, sehingga pengunjung dapat merasakan sensasi berjalan beberapa puluh meter ke laut. Sesekali wisatawan akan menyaksikan kapal nelayan yang melintas di lepas pantai. Keindahan pemandangan pantai Sayang Heulang memang tidak kalah dibandingkan pantai Santolo atau pantai lainnya di pulau Jawa.



     Momen terindah di pantai Sayang Heulang yaitu ketika senja tiba. Wisatawan yang kebetulan menikmati senja di pantai ini akan menyaksikan indahnya pemandangan matahari tenggelam di pantai Sayang Heulang. Lukisan alam maha karya Sang Pencipta, membuat wisatawan merasa nyaman berada di pantai ini.

Fasilitas Pantai Sayang Heulang


         Di sekitar pantai terdapat tempat-tempat istirahat dan balai pertemuan. Di kawasan pantai Sayang Heulang juga terdapat arena bermain motor yang cukup luas. Pengunjung betul-betul akan dimanjakan dengan berbagai fasilitas menarik di pantai ini.


     Pantai selalu menjadi tempat wisata menarik bagi siapapun. Pemandangan pantai Sayang Heulang yang begitu menakjubkan disertai keramahan penduduk setempat menjadikan pantai ini semakin ramai dikunjungi. Tidak hanya wisatawan lokal Garut, hari libur atau weekend banyak pengunjung dari luar kota atau wisatawan asing sengaja datang ke Pameungpeuk Garut.



    Pantai Sayang Heulang lokasinya tidak terlalu jauh dari pantai santolo, pengunjung yang berwisata ke Pameungpeuk bisa sekaligus mengunjungi dua pantai andalan Garut Selatan tersebut.



Untuk membuktikan pesona alam Garut Selatan, kalau anda sedang berwisata ke Garut ada baiknya anda beserta sahabat dan keluarga tercinta mengunjungi langsung tempat wisata alam pantai sayang heulang.

Rabu, 23 November 2016

PARIWISATA GARUT SELATAN GUNUNG NAGARA



SITUS GUNUNG NAGARA     
     
      Gunung Nagara merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat. Tepatnya berada di perbatasan antara Kecamatan Cisompet dan Kecamatan Pamengpeuk Kabupaten Garut. Gunung Nagara tepatnya membentangi beberapa desa disebelah timurnya adalah Desa Depok Kecamatan Cisompet, di sebelah baratnya adalah Desa Bojong Kecamatan Pamengpeuk, disebelah utaranya adalah Desa Sukanagara Kecamatan Cisompet,disebelah selatannya adalah Desa Paas Kecamatan Pamengpeuk.Situs Gunung Nagara tediri dari tiga kompleks pemakaman, kompleks kesatu terdiri dari 25 makam, kompleks kedua terdiri dari dua makam dan Kompleks ketiga terdiri dari 1 makam,  tentang pemakaman tersebut tidak ada yang tahu dengan pasti/tepat siapa siapa saja yang di semayamkan disana, yang jelas semua yang dimakamkan disana adalah makam jaman  dari kerajaan Salaka Nagara, kerajaan Taruma Nagara  dan  Kerajaan Sunda dan Pajajaran,hal ini dapat dilihat dari tulisan batu nisan salah satu makam.
  
      Situs Gunung Nagara terletak pada ketinggian sekitar 350 mdpl, dan areal situs ini sekitar 30 ha, menjadikannya sebagai kompleks pemakaman raja-raja di tatar sunda. Menurut legenda dan cerita para leluhur, Situs Gunung Nagara merupakan tempat pertemuan ritual peristirahatan raja-raja yang telah melepaskan kedudukannya, sebagai salah satu penghormatan dari raja-raja yang masih bertahta, di Situs Gunung Nagara dulunya dibangun sebuah komplek padepokan  dan diberinya Padepokan Nagara( sekarang Padepokan Gunung Nagara).semua ketua adat dari masyarakat Sunda Kuna. Dan ada juga yang mengatakan bahwa situs ini merupakan tempat persemedian terakhir menuju sang pencinta bagi raja-raja Sunda atau para-raja yang ada di dalam wilayah kemaharajaan Sunda Nusantara. Sekarang Situs ini dipakai tempat berziarah dan ada juga sekelompok penganut agama asli Sunda (Sunda Wiwitan) untuk melakukan upacara. Berdasarkan kepercayaan pada jaman Sunda kuno tempat ini memiliki tempat "kabuyutan" (tempat leluhur yang dihormati oleh orang Sunda) yang di apit oleh dua sungai yaitu dari sebelah timur: Sungai Cikaso (Ci artinya sinar dan kata “kaso” dari kata ngaso atau istirahat) yang artinya  tempat peristirahatan.di sebelah barat:Sungai Cipalebuh( Ci artinya Sinar dan palebuh artinya pelebur) yang artinya tempat melebur dosa. Kedua sungai ini akhirnya bertemu  menjadi satu sungai, posisi situs ini ada di tengah tengah  aliran kedua sungai tersebut, konon pertemuan  air sungai Cikaso dan Cipalebuh apa bila di pakai bermandi membersihkan badan dipercaya  untuk melebur  segala sesuatu  yang dianggap kotor  namun bagi raja-raja adalah dipercaya agar dosa dosa diampuni oleh yang maha kuasa.
Situs Gunung Nagara adalah dulunya dijadikan tempat mensucikan diri agar diampuni semua dosa oleh SangHyang Widi.
  
     Diduga situs gunung Nagara adalah sebuah bangunan sesungguhnya bukanlah gunung, melainkan bangunan berbentuk mirip dengan “Waruga” yaitu pembangunan kuburan kuburan di daerah manado, minahasa, toraja daerah daerah disulawesi, hal ini dapat dilihat dari sisi-sisi tebing  pemakaman yang mirip bangunan dari batu yang disusun rapi, hal ini bisa dilihat jelas dari sebelah timur Gunung Nagara.karena sudah ribuan tahun maka terlihat seperti Gunung karena tertimbun abu Vulkanik, sehingga terlihat seperti gunung yang sudah ditumbuhi pepohonan. Di dalam situs Gunung Nagara dipercaya memiliki ruang didalamnya, yang kini telah tertimbun tanah. Dalam situs Gunung Nagara diperaya banyak orang bahwa ada harta yang tersimpan didalam nya, hal ini  dibuktikan ada beberapa orang yang tak bertanggung jawab menggali-gali tanah di sekitar area pemakaman.
Kecurigaan bahwa di dalam situs ini ada banyak tersimpan harta berawal dari bentuk Gunung Nagara yang hampir mirip sebuah bangunan empat persegi panjang dan menjolor dari utara keselatan. Namun disayangkan sampai saat ini belum ada pihak-pihak yang meneliti lebih jauh,mudah-mudahan setelah pemecahan kabupaten Garut menjadi dua kabupaten, pemerintah garut selatan nanti dapat memperhatikan situs Gunung Nagara yang memiliki nilai sejarah ini.


KEINDAHAN GUNUNG NAGARA
  
   Dalam peradaban tatar Sunda, Kabupaten Garut pada umumnya, khususnya wilayah Garut selatan kurang begitu diperhatikan. Terlebih jika dikaitkan dengan kerajaan atau dengan isu penyebaran ajaran Islam. Sebab dipungkiri ataupun tidak, di wilayah Kabupaten Garut tidak pernah berdiri kerajaan besar sekalipun GaluhPakuan, Sumedang Larang, Pajajaran, Kasepuhan dan Banten. Akan tetapi,realitas tersebut tidak menutup kemuungkinan jika di wilayah Garut pernah berdiri kerjaan kecil yang dijadikan basis penyebaran agama islam di wilayah Garut selatan yang terjadi sekira awal abad 13.
     Berbicara tentang gunung, terkadang kita hanya terpokus gunung itu hanya lereng yang di lapisi pepohonan yang hijau dan berbagai satwa liar di dalamnya. Sebenarnya Gunung Nagara ini mempunyai nilai mistiknya. Gunung tersebut bisa kita jadikan sebagai tempat mendaki, khususnya pendaki pemula.
     Selama mendaki, kita akan disuguhkan dengan keindahan pepohonan yang masih  hijau, udara yang segar, air terjuan yang mengalir disana serta makam-makam sejarah. Gunung ini juga bisa dijadikan sebagai sumber sejarah bagi mereka yang ingin mengetahui khususnya cerita Kian Santang.
    Di tempat tersebut masih banyak terdapat pohon burahol, menyan, kananga, bintanu, kigaru,binong serta masih banyak jenis tumbuhan lainnya yang mungkin secara ilmiah belum dikenal, dan belum diketahui manfaatnya bagi kehidupan manusia.
     Kekayaan fauna juga dimiliki hutan Gunung Nagara.Kalau kebetulan, kita akan menemukan burung rangkong(Buceros rhinoceros) yang sedang asyik berduaan bersama pasangannya di atas pohon yang cukup tinggi.Tubuhnya yang cukup besar diperindah dengan mahkota oranye di atas kepalanya. Bagi yang pertama menemukan burung ini mungkin akan merasa aneh, sebab ketika burung tersebut akan terbang, biasanya memberi aba-aba dengan suara “gak” yang keras mirip suara monyet. Lantas, ketika sudah tinggal landas, kepakan sayapnya mengeluarkan suara yang dramatis.
     Selain burung Rangkong, masih terdapat hewan langka lainnya semisal kambing hutan, landak, kucing hutan, macan kumbang, walik, surili, dan beragam jenis kupu-kupu.
     Secara geografis, ia terletak di wilayah Desa Depok-Cisompet-Garut. Menuju daerah tersebut relatif gampang, dari terminal Garut kita hanya tinggal naik elf  jurusan Pamengpeuk-Garut dengan membayar ongkos RP10.000,00 atau jika berangkat dari Bandung, kita tinggal naik bus tiga perempat jurusan Bandung-Pameungpeuk dengan membayar ongkos Rp 15.000,00.
     Kita minta diturunkan di Kampung Pagelaran.Dari kampung tersebut, bukit gunung Nagara sudah tampak begitu jelas, namun sekilas tidak ada jalan menuju bukit tersebut, yang terlihat hanyalah tebing cadas yang menurut pemikiran normal tidak mungkin untuk didaki tanpa peralatan panjat.
     Dari Kampung Pagelaran, kita tinggal berjalan kaki menuju Kampung Depok dengan jarak sekira satu kilometer. Menurut hikayat, nama Depok dikaitkan dengan padepokan. Artinya perkampungan tersebut pada awalnya merupakan padepokan tempat peristirahatan para gegeden.Sebenarnya, menurut Ki Ecep (sesepuh kampung), pada era enam puluhan, kampung Depok masih merupakan perkampungan dengan tradisi yang sama dengan Baduy. Akan tetapi, setelah kampung tersebut dibumihanguskan gerombolan DI/TII, terjadi perubahan cukup signifikan. Sekarang tidak akan lagi terlihat rumah-rumah panggung berjajar menghadap kiblat.
     Bagi mereka yang suka akan keindahan alam alangkah baiknya terlebih dahulu mengunjungi Batu Opak yang berada kurang lebih setengah kilometer ke arah hulu. Di tempat tersebut kita akan menyaksikan fenomena geologis, yakni batu yang berjajar secara sinergis dari arah bukit menuju sungai dengan bentuk mirip seperti opak. Penduduk sekitar menghubungkan fenomena geologis tersebut dengan legenda Sangkuriang.Yaitu, ketika Sangkuriang akan menikah, Embah Rajadilewa (penguasa daerah selatan) mau membantu nyambungan. Akan tetapi, baru saja mereka sampai di Leuwi Tamiang, dari arah timur terlihat fajar, sehingga mereka menyimpan barang bawaannya di tempat tersebut, hingga ia berubah menjadi batu.
     Bagi mereka yang baru mengunjungi tempat ini, di kampung Depok inilah bisa menemui Ki Anang (kuncen)untuk minta diantar. Dari Depok, kita melanjutkan perjalanan menuju Cidadap dengan jarak kurang lebihsetengah kilometer, perjalanan ini melewati pesawahan yang tidak terlalu luas. Di Cidadap inilah terdapat mata air yang dikeramatkan. Secara nalar, air dapat menyegarkan badan. Perjalanan baru akan mendapat tantangan manakala kita mulai merayap,mendaki jalanan setapak yang cukup terjal (Cidadap-Gunung Nagara). Terkadang kita harus melewati jalanan yang kemiringannya mencapai 75 derajat. Dari Cidadap, kita tidak akan menjumpai jalanan yang datar, kanan kiri jalan masih terdapat banyak pohon besar, sehingga walaupun kelelahan kita bisa beristirahat cukup santai. Perjalanan ini jika ditempuh dengan santai paling memakan waktu sekira setengah jam.
     Sesampainya di puncak Gunung Nagara, secara langsung kita telah sampai di kompleks pemakaman. Tempat itu dikenal dengan pusaran ka hiji (kompleks pertama) yang di tempat ini terdapat dua puluh enam kuburan. Kuburan-kuburan tersebut relatif besar-besar. Setiap kuburan dihiasi batu “sakoja” dan batu nisan. Dinamaisakoja, karena batu tersebut berasal dari sungai Cikaso diambil dengan menggunakan koja (kantong).
     Kalau kita perhatikan secara seksama, komplek pekuburan tersebut tersusun secara rapi membentuk sebuah struktur organigram. Lima belas meter ke arah utara, terdapat kubur an yang dikenal dengan pusarankan dua. Di tempat ini hanya terdapat dua kuburan. Sekira dua kilometer ke arah utara, terdapat kuburan yang dikenal dengan pusaran katilu yang hanya terdiri dari dua kuburan. Konon kabarnya, kuburan ini merupakan kuburan Embah Ageung Nagara dan patihnya.
     Menurut Mantan Kepala Desa Depok, Abdul Rasyid, tiga pusaran tersebut melambangkan Al-Quran yang terdiri dari 30 juz. Pusaran pertama yang terdiri dari 26 kuburan melambangkan bagian Mufassal (surat-surat) pendek, pusaran kedua melambangkan al-mi’un dan pusaran ketiga melambangkan sab’ul matsani. Oleh sebab itu, tidak diperbolehkan menambah kuburan.
     Lebih lanjut,ia mengatakan kalau pada pusaran pertama itu terdiri dari para pengikut/pengawal yang salah satu di antaranya perempuan, pusaran kedua merupakan kuburan panglima dan pusaran ketiga merupakan kuburan raja dan patih.Sebenarnya, jika kita mau melanjutkan perjalanan ke arah utara, kita akan menemukan sebuah kuburan yangterpisah, konon kabarnya kuburan tersebut merupakan kuburan seorang berbangsa Arab.
   
     Lebih jauh, menurut Abdul Rasyid, sebenarnya situs Gunung Nagara terdiri atas beberapa peninggalan dalam bentuk barang. Namun sayang, naskah aslinya terbakar manakala gorombolan (DI/TII) menyerang Kampung Depok, sedangkan beberapa naskah lainnya yang tersisa dan barang-barang peninggalan sudah menjadi milik orang Tasik. Barang-barang yang masih ada, terpencar di perseorangan.
     Bagi para peziarah yang terbiasa melakukan semedi, disyaratkan baginya untuk melakukan ritual mandi di Sumur Tujuh. Sumur tersebut berada sekira setengah kilometer ke arah lembah. Sumur itu berada tepat didekat sungai kecil. Sebenarnya, sumur itu merupakan kubangan-kubangan kecil akibat dari resapan air.
     Legenda Kian Santang Menurut sebagian besar masyarakat Depok, Situs Gunung Nagara erat kaitannya dengan penyebaran Islam di wilayah Garut Selatan yang disebarkan atas jasa Prabu Kian Santang. Malahan diklaim kalau sesungguhnya daerah Leuweung Sancang merupakan tempat peristirahatan terakhir Prabu Siliwangi (raja pajajaran yang terkenal), sehingga begitu melegenda kalau di leuweung tersebut terdapat harimau jadi-jadian, bekas pasukan Prabu Siliwangi. Sementara itu, walaupun terdapat daerah yang diklaim sebagai tempat peristirahatan terakhir Prabu Siliwangi, penduduk Garut selatan meyakini bahwa kuburan asli Prabu Kian Santang itu berada di kompleks pemakaman Gunung Nagara.
     Menurut mereka, keberadaan kuburan lainnya hanya merupakan tempat persinggahan Prabu Kian Santang.Misalnya saja pemakaman Godog di daerah Suci-Karangpawitan-Garut. Mereka menyatakan kalau sesungguhnya di tempat tersebut Prabu Kian Santang hanya tinggal berkontemplasi merenungi kekeliruannya dalam melakukan sunat terhadap orang yang masuk Islam. Oleh sebab itu, tempat tersebut dinamakan “Godog” yang mengandung arti tempat penyucian jiwa atau dalam istilah pewayangan “Kawah Candradimuka”, dan karenanya pula tempat ketika ia turun dari daerah tersebut dinamakan “Suci”, yang berarti setelah melakukan kontemplasi ia kembali pada kesucian yang kemudian melanjutkan perjalanan menuju Garut Selatan.

Selasa, 22 November 2016

PARIWISATA GARUT SELATAN PANTAI SANTOLO



SEJARAH PANTAI SANTOLO

     Pada zaman dahulu oleh Belanda, pantai ini pernah difungsikan sebagai dermaga untuk mengangkut rempah-rempah menuju kapal besar yang berada di tengah laut. Namun kini, pantai ini menjadi pantai paling populer di wilayah Garut. Inilah Pantai Santolo. Selain masyarakat Garut, pantai yang terletak di Kecamatan Pamengpeuk ini pun sering dikunjungi wisatawan asal Bandung ,Tasikmalaya,dan kota lainnya.

     Gulungan ombak yang besar menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk berkunjung ke pantai ini. Karenanya, berselancar merupakan salah satu kegiatan yang banyak dilakukan wisatawan di pantai ini. Selain itu, pantai ini pun telah dilengkapi fasilitas wisata seperti banana boat.

     Pemandangan yang disajikan pantai yang berada di Pulau Santolo ini sangat memukau. Di sebelah kanan pantai, pengunjung dapat melihat hijaunya pepohonan yang menutupi kaki Gunung Papandayan. Selain itu, terdapat pula bangunan-bangunan yang dibangun semasa penjajahan Belanda. Bangunan-bangunan ini konon dibangun Belanda sekitar tahun 1850.

     Selain pantai yang indah dan peninggalan bangunan bersejarah, di pantai ini pun terdapat pusat pelelangan ikan. Hasil tangkapan nelayan lokal dijual di tempat pelelangan ini. Mulai dari cumi, udang, hingga berbagai jenis ikan laut, yang tentunya dalam kondisi segar. Pengunjung pun bisa menikmati aneka hidangan seafood di warung-warung makan yang banyak tersedia di sekitar pantai.

     Pulau Santolo dapat ditempuh sekitar 4 jam perjalanan dari Kota Garut. Dari Garut, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menuju arah Cikajang kemudian dilanjutkan ke arah Cisompet. Dari Cisompet, perjalanan dilanjutkan menuju ke selatan, tepatnya arah Kecamatan Pameungpeuk. Sepanjang perjalanan menuju Pantai Santolo, pengunjung akan ditemani sajian hijaunya Gunung Papandayan.

KEINDAHAN PANTAI SANTOLO

   
    Santolo merupakan sebuah pulau kecil yang terletak di Cikelet, Garut, Jawa Barat. Jarak pantai ini tak kurang dari tujuh kilometer pusat Desa Pameungpeuk yang jadi saksi bisu peninggalan colonial belanda,Tarif menyeberang ke Pulau Santolo hanya butuh Rp.4000,00 untuk jasa antar pergi-pulang.Namun, jika anda ingin dalam berkeliling dulu seputaran pantai, tidak masalah! namun jasa pengantarnya di tambah menjadi Rp.10.000,00  perorang, Perahu kecil yang anda tumpangi akan berputar mengelilingi indah pasir putih Santolo yang terlihat dari kejauhan.Terlebih jika menengok ke sisi utara anda akan melihat keindahan panorama alam berupa gunung dan bukit yang berdiri saling berlapis. Di balik bukit Kota Garut.

     Di pantai Santolo garut terdapat dinding-dinding sisa dermaga yang masih terlihat kokoh meski sebagian telah runtuh diterjang ombak atau sisa peristiwa tsunami Laut Selatan beberapa tahun waktu silam selain itu di Pulau Santolo terdapat sebuah bendungan berbentuk persegi dengan luas 100x50 meter dengan Ketebalan dindingnya mencapai satu meter yang terbuat dari bahan bahan batu karang.bangunan-bangunan tersebut merupakan peninggalan tempat parkir perahu-perahu Hindia Belanda sebelum berlayar kapal-kapal mereka menuju laut lepas di Samudra Hindia.
Hamparan pasir yang putih dari barat ke timur serta keindahan pantai yang sejuk dipandang mata akan di temukan saat anda berkunjung ke pantai santolo Garut, selain itu anda akan di temani atau disuguhkan sebuah dermaga yang berdiri kokoh menjadi saksi bisu keindahan dan kenyamanan panorama yang di miliki pantai santolo,itu semua akan anda temukan saat anda bersama keluarga atau bersama pasangan berlibur ke pantai santolo.

     Momen yang paling ditunggu saat berkunjung ke pantai santolo ini adalah bisa menikmati indahnya sun set dan sun rise. Sebagian orang rela menunggu sampai senja dan rela datang di pagi hari hanya untuk melihat dan bisa mengabadikan momen tersebut.

      

      Sebagian besar para pengunjung yang suka memancing, sisa bendungan tersebut suka di jadikan tempat pemancingan sekadar meyalurkan hobi, Beberapa ikan-ikan kecil banyak yang mengelombol berenang menggosokkan tubuhnya di lumut-lumut yang menempel di dinding dermaga tersebut.

     Santolo merupakan sebuah kawasan tempat berkumpulnya para nelayan tradisional karena di santolo terdapat dermaga para nelayan, wisata pantai santolo sangat populer di daerah Jawa Barat-Indonesia bahkan kepopulerannya mampu menyedot banyak wisatawan dari kota metropolitan seperti Bandung,Jakarta dan Bekasi bahkan ke luar negeri. Pantai santolo ini terletak di daerah Garut bagian selatan, di kecamatan Cikelet.

     Biasanya pantai Santolo dipadati pengunjung pada hari-hari besar,seperti : Libur sekolah, tahun baru, Idul Fitri dan hari besar lainnya. Namun, tidak menutup kemungkinan pada hari biasa pun pantai ini selalu ramai pengunjung, apalagi pada akhir pekan.


    Jika kita berlibur tidak terasa bahagia, jika di tempat yang kita kunjungi tidak memiliki fasilitas yang lengkap,tapi rasa itu tidak akan terasa ketika anda berlibur ke kawasan wisata pantai Santolo,Walau sederhana namun fasilitas yang tersedia di sekitar Santolo sudah di bilang lengkap, diantaranya:

- Losmen dan penginapan kelas menengah dengan biaya yang sangat terjangkau dalam jumlah banyak salah satunya penginapan Karang Asri,
- Adanya rumah-rumah penduduk yang terletak disekitar pantai yang bisa di sewa dengan harga yang relatif murah.
- Perahu Sewaan yang akan melayani wisatawan untuk menikmati panorama laut pantai santolo yang terkenal indah dengan deburan ombaknya.
- Kios-kios cendramata yang menyajikan aneka ragam cendramata hasil karya penduduk setempat.
 -Warung-warung sederhana beratap daun kelapa dan terpal yang menyediakan makanan dan jajanan ringan, selain itu di warung-warung ini kita bisa menikmati makanan yang segar seperti bakar ikan, bakar kerang dan makanan lain yang berasal dari hasil nelayan setempat.
 -Perahu penyebrangan dengan ongkos hanya Rp.3.000,- / oranng. Dengan perahu ini kita akan di bawa menyeberangi muara.

    Terdapat beberapa jenis penginapan atau hotel di pantai Santolo Garut yang dapat dijadikan untuk menginap oleh para pengunjung atau wisatawan salah satunya penginapan Citra Agung. Anda dapat memilih jenis penginapan kelas melati salah satunya yang ada di santolo adalah silahkan klik info lebih lanjutnya !!!!
hotel Karang Asri Jenis Hotel : Hotel Melati I
Alamat : JI. Raya Parneungpeuk km.12 No. 10 Tlp. (0262) 521259
Penginapan Amboina
Jenis Hotel : Hotel Melati I
Alamat : Jl. Cilauteureun No. 19 Tlp. (0262) 521281
Penginapan Citra Agung
Jenis Hotel : Hotel Melati I
Alamat : Jl. Cilauteureun No. 785 Tlp. (0262
Penginapan Rahmat
Jenis Hotel : Hotel Melati I
Alamat : Jl. Cilauteureun No. 10 Tlp. (0262) 251077

Wisma LAPAN
Jenis Hotel : Hotel Melati I
Alamat : Jl. Cilauteureun
Hotel Wira Kalingga
Jenis Hotel : Hotel Melati III
Alamat : Jn. Raya Pamengpeuk  

     Wisatawan yang datang ke pantai santolo kebanyakannya pengunjung ingin menikmati pemandangan atau panorama pantai dengan perairan samudra yang luas,dengan deburan khas ombak yang besar,selain itu pengunjung pun kebanyakan ingin bermain-main santai di hamparan pasir putih yang terbentang luas serta tidak ketinggalan ingin berenang di pinggir-pinggir pantai,jadi tidak akan rugi jika anda berlibur ke santolo,pokoknya tidak akan terlupakan jika anda berkunjung dan menginap di hotel-hotel tersebut.
Garut merupakan sebuah kabupaten yang Banyak potensi wisata yang terkenal, salah satunya Pantai Santolo ini. Pantai indah ini punya terumbu karang dan pasir putih yang lembut.pantai santolo dan pantai rancbuaya Mungkin beberapa orang sudah tidak asing lagi. Pantai Santolo merupakan salah satu pantai yang indah sehingga pemerintahan Kabupaten Garut menjadikan tempat ini sebagai objek daerah wisata.Pantai ini terletak di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. Selain keindahan pantai yang masih asri anda juga akan disuguhkan ke indahan suasana pagi, dengan menyaksikan moment tercantik yang akan membuat mata Anda berbinar-binar. Sunrise ! Sunrise yang muncul dari arah timur Pantai Santolo akan terlihat perlahan-lahan!
     Pesona terumbu karang yang luas akan akan menghiasi pesisir Pantai santolo ini,Selain terumbu karang, tempat ini juga sangat indah dengan berbagai ekosistem laut yang masih alami dan belum terjamah oleh manusia yang jahil.di pantai ini menyediakan fasilitas khusus bagi orang yang suka ekstrim,yakni sebuah kapal boat yang menarik banana boat dengan menunggangi banana boat ini anda bisa langsung menikmati keindahan panorama pantai santolo garut,untuk masalah harga anda Cuma membayar Rp.25.000,pantai          

     Santolo adalah bukti bahwa di kabupaten garut tepatnya di cikelet pernah di jajag oleh belanda hal ini terbukti dengan adanya tumpukan batu di kiri pantai yang menambah pesona Pantai Santolo dengan angin pantai yang sejuk hal ini menjadi daya tarik para fotografer untuk mengambil gambar di atas tumpuan batu tersebut.
     Indonesia pantas mempunyai julukan surga dunia bagi para pelancong hal ini dikaranakan indonesia dianugerahi keunikan alam yang terbentang dari ujung sabang sampai maroke,yang terkadang tidak dijumpai di negara lain. Salah satu diantaranya objek wisata yang berada di sepanajang pantai selatan pulau Jawa,misalnya yang ada di Jawa Barat paling timur adalah wisata pantai Pangandaran ,paling barat Pelabuhan Ratu ,sementara wisata pantai selatan Jawa Barat bagian tengah ada Santolo dan Rancabuaya.
     Pernahkan anda memikirkan akan berlibur ke pantai seatan Jawa Barat ?
Pantai selatan Jawa Barat memang kalah dengan pantai utara, tapi pesisir selatan menawarkan petualangan tersendiri mulai dari jalur jalan yang dilalui berkelok-kelok dan di temani tebing yang menghapit jalan membuat para pelancok berekstra hati-hati dalam perjalanan selain jalan pesisir selatan juga menawarkan petualang ombak yang tinggi nan ganas dan batu karang yang sangat besar-besar.memang fasilitas pendukung yang tidak selengkap di utara.namun jika anda berminat berliburan ke pantai selatan jangan lupa kunjungi pantai santolo yang berada di kecamatan Cikelet,Garut, Jabar,di pantai selatan Kabupaten Garut, pengunjung akan disuguhi berbagai macam obyek wisata yang menarik, seperti menikmati pasir putih tumpukan batu yang menjorok ke tengah laut dan mengabadikan momen matahari tenggelam yang indah di pantai santolo hingga menjelajahi cagar alam hutan pantai Leuweung Sancang.
     Jika anda berkunjung ke santolo maka anda akan bisa melihat secara langsung keajaiban alam,karena Jika di pantai lain umumnya air sungai mengalir ke laut, maka berbeda dengan di sungai yang ada di Santolo yakni dari hilir/laut naik ke sungai Cilauteureun yang berada di ujung timur pulau Santolo, air lautlah yang akan mengalir ke sungai.fenomena ini konon katanya didunia hanya ada di Prasncis dan Santolo Indonesia.

CERITA MISTIK DIBALIK KEINDAHAN PANTAI SANTOLO
   Selain keindahan yang dapat didapatkan dari pantai santolo, kita juga akan dibuat tertantang dan penasaran oleh cerita mistik yang terkenal di kalangan masyarakat dekat pantai tersebut, diantaranya:
1.      Muara Sungai Terbalik
Apabila anda sering menjumpai air sungai mengalir ke laut, namun dipantai tersebut malah sebaliknya. Pantai tersebut akan mengalirkan airnya yang akan menuju ke sungai Cilauteureun. Pemberian nama sungai itu disebabkan air laut laut disana di muara tersebut cukup tenang. Oleh sebab itu apabila anda berjalan menuju barat muara tersebut, anda ankan menjumpai curungan yang mana air laut tersebut akan mengalir masuk di dalam muara sungai yang tidak seperti pada umumnya.
Oleh sebab itu pantai santolo memiliki keunikan yang tidak seperti pantai lainnya yang ada di Indonesia.Oleh sebab itu maka tidak jarang sekarang banyak orang yang berkunjung untuk berlibur menikmati keindahan panorama di pantai santolo tersebut.

2.      Pernah menjadi tempat pesugihan
Mungkin anda sudah tidak asing mendengar tantang cerita pesugihan ataupun tempat pesugihan yang ada. Salah satu yakni pantai santolo Garut, konon disana juga pernah menjadi tempat untuk mencari pesugihan, seperti uang bibit, pengasihan dan uang pulang pergi atau disingkat dengan PP.

3.      Wisata meninggal
Kabar ini sudah lama terjadi konon disana terdapat wisata yang menyebabkan orang yang sedang bermain air terseret ombak, memang di pantai santolo ombaknya cukup besar. Jadi bagi anda ingin berlibur di pantai santolo Garut harus berhati-hati.